Angkutan Troli Di Ijen

Dengan Adanya Troli Di Ijen Sekarang Semua Orang Bisa Naik Ke Puncak

Pukul dua pagi di basecamp Kawah Ijen adalah saatnya berjumpa dengan pendaki lain yang berharap akan jalur pendakian yang ramah sehingga dapat menaklukkan kawah tersebut dengan mudah. Namun, apa yang ditawarkan kawah yang terletak di sebelah utara kota Banyuwangi, Jawa Timur ini jelas lebih dari harapan para pendaki tersebut.

Pendakian dimulai dengan jalur yang rata dan hanya sedikit tanjakan yang tidak curam. Namun, jalur yang demikian hanya terdapat di setengah jam pertama pendakian. Satu setengah jam berikutnya, tanjakan yang tergolong curam adalah jalur yang harus dilalui untuk sampai ke kawah. Kondisi jalur penuh dengan tanjakan membuat saya lebih sering berhenti untuk beristirahat. Hampir di setiap pemberhentian itu, saya menemukan bapak-bapak yang duduk di samping troli masing-masing, lalu berkata apakah mau diantar sampai atas kepada setiap pendaki yang lewat. Awalnya, saya tidak mengacuhkan penawaran tersebut. Akan tetapi, ketika seorang pendaki naik di troli tersebut dan ditarik oleh seorang bapak turun kembali ke arah basecamp, saya baru mengerti.
Troli Manusia di Kawah Ijen

Troli yang digunakan untuk mengangkut pendaki yang kelelahan di jalur pendakian

Bapak-bapak tersebut menawarkan jasa troli, di mana pendaki bisa duduk dengan tenang di atas troli dan akan sampai di atas, sebelum memasuki area kawah, dengan ditarik oleh sang bapak. Jasa ini ditawarkan dengan harga Rp600.000,00 untuk rute naik turun atau pulang pergi, harga yang sama pula untuk turun ke bawah kembali ke basecamp. Mungkin ketika pertama mengetahui harganya akan terdengar mahal, tetapi tenaga yang dikeluarkan untuk menarik seseorang di atas troli di jalur yang tidak rata, menurut saya, sebanding dengan harga yang telah dipatok.

Kemudian, saya diceritakan oleh guide saya, Pak Heri, bahwa bapak-bapak yang menawarkan jasa troli adalah para penambang batu juga. Mereka merasa jasa troli lebih menguntungkan daripada menambang batu. Satu kali mengangkut orang dengan troli bisa menghasilkan Rp200.000,00, sedangkan perlu dua kali bolak-balik untuk mengangkut batu dari kawah menuju basecamp untuk menghasilkan Rp200.000,00. Dalam satu kali pengangkutan, seorang penambang batu bisa membawa seratus kilogram batu belerang. Namun, satu kilogram batu belerang hanya dihargai sekitar Rp1.000,00. Dengan demikian, perlu dua kali bolak-balik untuk menghasilkan Rp200.000,00 dalam satu hari.
Troli Manusia di Kawah Ijen

Penambang batu yang membawa batu belerang dengan berat hampir 100 kilogram

Perhitungan yang demikian tidak membuat semua penambang batu banting setir membuka jasa troli. Selama pendakian saya ke Kawah Ijen, baik saat menuju kawah maupun kembali ke basecamp, saya hanya menemui satu pendaki yang menggunakan jasa troli tersebut. Banyaknya wisatawan asing yang memang senang trekking dan wisatawan lokal yang menganggap Rp200.000,00 sangat mahal mungkin menjadi penyebab jasa troli kurang diminati. Oleh karena itu, pendapatan harian mereka menjadi tidak pasti. Hal ini pula yang mungkin membuat para penambang batu setia pada pekerjaannya karena batu belerang akan selalu ada setiap hari untuk diangkut.
Troli Manusia di Kawah Ijen

Ketika pagi menyapa, kecantikan Kawah Ijen semakin tampak

Ketika pagi mulai menyapa, saya sudah puas mengagumi dan menjelajahi Kawah Ijen. Saatnya kembali melewati jalur pendakian yang sama untuk sampai ke basecamp, namun kali ini berupa turunan bukan lagi tanjakan. Dalam perjalanan turun ini, lebih banyak para penambang batu yang terlihat daripada bapak-bapak yang menawarkan jasa troli (karena mulai sedikit juga para pendaki yang naik ke Kawah Ijen ketika matahari sudah menempati singgah sananya). Tak jarang, troli-troli tersebut juga digunakan untuk mengangkut batu belerang, yang diambil para penambang batu dari kawah, menuju basecamp.
Troli Manusia di Kawah Ijen

Dengan adanya jasa troli ini, sekarang siapa saja dapat mendaki Kawah Ijen, termasuk mereka yang tidak kuat secara fisik

Segala peluang dan segala cara perlu dicoba untuk menghasilkan uang dengan lebih cepat dan banyak, salah satunya dengan menawarkan jasa mengangkut penumpang di atas troli. Dengan adanya jasa ini, sekarang siapa saja dapat mendaki Kawah Ijen, termasuk mereka yang tidak kuat secara fisik. Walaupun ada uang yang harus dikeluarkan, namun tentu sudah sebanding dengan jasa yang diberikan. (Sumber: Wego)

Komentar