HORE ... ADA PENERBANGAN LANGSUNG DARI JAKARTA, AKHIR PEKAN BERLIBUR KE BANYUWANGI AJA YUK .. INTIP

HORE ... ADA PENERBANGAN LANGSUNG DARI JAKARTA, AKHIR PEKAN BERLIBUR KE BANYUWANGI AJA YUK .. INTIP

Berwisata ke Banyuwangi semakin mudah lo sobat traveler. Sebab sekarang sudah ada

penerbangan langsung dari Jakarta ke Banyuwangi

dan sebaliknya. Tidak hanya satu, tapi ada dua maskapai yang melayani rute ini setiap hari. Yaitu NAM Air dan Garuda Indonesia.

Sebelumnya, penerbangan dari Jakarta ke Banyuwangi harus melalui transit Surabaya. Tentu saja hal ini tidak nyaman buat penumpang, karena harus pindah pesawat. Selain itu ongkosnya jadi lebih mahal. Sekarang wisatawan maupun bisnisman dari Jakarta dan sekitarnya bisa langsung terbang ke Banyuwangi.

 

NAM Air terbang langsung Jakarta-Banyuwangi PP setiap hari.
Mulai 16 Juni 2017 NAM Air melayani rute Jakarta-Banyuwangi PP (via Tribunnews.com) 

 

Sejak 16 Juni 2017 ada Sriwijaya Air melayani rute Jakarta-Banyuwangi PP dengan menggunakan bendera NAM Air. Untuk diketahui, maskapai penerbangan NAM Air adalah anak perusahaan dari Sriwijaya Air yang didirikan pada tahun 2013.

NAM Air terbang setiap hari dengan jadwal pukul 07.05 WIB dari Jakarta menuju Banyuwangi, dan pukul 09.05 WIB dari Banyuwangi menuju Jakarta.

Untuk rute penerbangan Jakarta-Banyuwangi, NAM Air menggunakan pesawat Boeing 737 seri 500 yang berkapasitas 150 penumpang. Pemesanan tiket secara online sudah bisa dilakukan melalui situs-situs tiket penerbangan online, seperti Tiket.com dan lainnya.

Cek Tiket NAM Air Jakarta-Banyuwangi

Selain NAM Air, Garuda juga tak mau kalah ikut membuka penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi PP setiap hari.

 

Penerbangan perdana Garuda Indonesia dengan rute Jakarta-Banyuwangi rencananya dimulai pada 21 Juni 2017. Yang menarik ada tiga menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang ikut serta dalam penerbangan perdana ini.

Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito. 

Keikutsertakan para menteri ini bukan sekedar ingin ikut jalan-jalan lo. Kedatangan Arief Yahya bersama Enggartiarso Lukito sekaligus meresmikan 

soft opening

 hotel bintang empat pertama kali di kabupaten itu,

El Royale Hotel and Resort Banyuwangi

.

ALASAN HARUS ADA PENERBANGAN LANGSUNG JAKARTA-BANYUWANGI

Terealisasinya penerbangan langsung ini tak lepas dari strategi jemput bola yang dimainkan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas kepada petinggi Sriwijaya.

Tak pakai mikir lama, pihak Sriwijaya Group merespon penawaran tersebut. Ibaratnya

gatuk-matuk

, masak sih ceruk bisnis yang legit mau ditampik. Naluri bisnis pihak Sriwijaya Air mencium adanya potensi pasar yang menjanjikan.

Salah satu faktor utamanya, pariwisata Banyuwangi yang terus berkembang. Seperti terlihat dari jumlah wisatawan yang menanjak dan pembangunan sejumlah hotel berbintang baru di daerah ujung timur Pulau Jawa itu.

Sekadar diketahui, jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, melonjak menjadi 112.661 orang pada 2016. Naik hingga 1.339 persen! Wow! Kueren bingit.

Diluar gegap-gempita wisata, dunia usaha di Banyuwangi pun terus bergeliat penuh gairah. Berdasarkan data Badan Penanaman Modal Jawa Timur, realisasi investasi Banyuwangi menduduki peringkat ketiga di Jatim. Ini karena investasi terus tumbuh di Banyuwangi khususnya pada bidang argo, pertanian, dan pertambangan.

Belum lagi pasar masyarakat secara umum juga besar, termasuk dunia pendidikan dengan kehadiran 3 kampus negeri, seperti Universitas Airlangga (Unair) kampus Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi, dan sekolah pilot negeri. Ambil contoh, Unair-Banyuwangi saja memiliki sekitar 800 mahasiswa dari 17 provinsi, ini tentunya pasar yang potensial.

Di sisi lain, Banyuwangi juga kerap dijadikan tempat studi berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari luar Jawa, terutama setelah Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) daerah berjuluk "The Sunrise of Java" ini dinyatakan sebagai kabupaten pertama dan satu-satunya yang mendapat peringkat A atau terbaik se-Indonesia.

Imbas tumbuhnya wisata dan capaian prestasi Banyuwangi, berbagai event MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) maupun seminar oleh instansi pemerintah dan BUMN/swasta pun mulai sering digelar di Kabupaten Banyuwangi.

Selama tahun 2016 lalu, terdapat lebih dari 24.000 orang yang mengunjungi  Banyuwangi dari berbagai instansi pemerintahan seluruh Indonesia untuk studi banding. Satu instansi rata-rata membawa 80 rombongan. Mayoritas ke Banyuwangi untuk mempelajari sejumlah inovasi, terutama penerapan SAKIP.

Tak hanya itu, dengan dibukanya penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi PP, bisa menjaring penumpang dari sekitar Banyuwangi, seperti Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Bali barat.

Jelas sebuah peluang yang layak dapat bintang, bukan?

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut pembukaan rute penerbangan Jakarta-Banyuwangi ini seperti membuka pintu pasar terbesar pariwisata nusantara, yakni Jakarta.

Maka tak heran, bukan cuma Sriwijaya Air, ada maskapai lain yang juga menyatakan minat menggarap rute langsung Jakarta-Banyuwangi. Salah satunya yang sudah menyatakan keseriusannya adalah maskapai nasional Garuda Indonesia.

Pihak Garuda punya alasan kuat. Menurut data, 20% dari penerbangan Garuda rute Banyuwangi- Surabaya adalah penumpang yang transit ke Jakarta.

Artinya, 20% penumpang Garuda dari Banyuwangi ke Surabaya akan melanjutkan ke Jakarta. Karenanya, pihak Garuda optimis pembukaan penerbangan langsung Jakarta -Banyuwangi dan sebaliknya akan meningkatkan jumlah penumpang.

Selama ini, rute ke Banyuwangi baru tersedia dari Surabaya sebanyak tiga kali dalam sehari yang dilayani Garuda Indonesia dan Wings Air.

Garuda sendiri terbang dua kali sehari dengan tingkat keterisian penumpang (load factor) sebesar 80 persen. Secara bisnis sangat bagus.

Lihat : Info Penerbangan ke Banyuwangi

Dibukanya direct flight Jakarta-Banyuwangi akan membuat lebih hemat waktu. Jika sebelumnya seseorang dari Jakarta harus transit ke Surabaya terlebih dahulu, kini diperpendek waktunya karena pesawat langsung menuju ke Banyuwangi.

Pengguna jasa transportasi udara diuntungkan lantaran bisa mendapat akses layanan transportasi lebih cepat. Hal ini tentunya diharapkan membawa dampak positif pada pariwisata, dunia usaha, dan mobilitas orang yang akan semakin cepat untuk menggerakkan perekonomian lokal.

 

BAGAIMANA DENGAN AKOMODASI DI BANYUWANGI ?

Jelas dengan makin meningkatkan angka kunjungan ke Banyuwangi dibutuhkan sarana akomodasi yang memadai, terutama untuk menampung para wisatawan selama berada di Banyuwangi, mulai dari para backpacker, komunitas hingga wisatawan keluarga.

Padahal saat ini pada musim liburan atau event tertentu seperti long week end dan tahun baru, banyak wisatawan yang kesulitan mendapatkan kamar hotel. Pihak hotel dan homestay sampai harus menolak tamu karena sudah full booked.

Hal ini terjadi lantaran jumlah hotel di Banyuwangi terbatas dan sengaja dibatasi pertumbuhannya. Sebagai alternatifnya, wisatawan dapat menginap di homestay. Pihak pemda Banyuwangi sendiri memiliki dua buah homestay berkonsep dormitory untuk backpacker di tengah kota, dan masih ada lagi yang dalam tahap pembangunan.

Di Banyuwangi memang sedang digencarkan pembangunan homestay, bahkan pihak Kemenpar mendorong pembangunan 1000 buah homestay yang tersebar di 17 desa yang mempunyai potensi pariwisata.

 

Ijen Miner Family Homestay di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi.
Ijen Miner Family Homestay, salah satu homestay di wilayah perkampungan penambang belerang Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi yang bisa dipesan secara online melalui situs AGODA

Mengapa Banyuwangi bersemangat membangun homestay dalam jumlah besar?

Ada sejumlah alasan. Salah satunya, keberadaan homestay diharapkan menjadi alternatif penginapan bagi wisatawan karena hotel-hotel di Banyuwangi umumnya terpusat di wilayah kota, sedangkan destinasi wisatanya tersebar di wilayah yang berjarak cukup jauh.

 

Alasan yang lebih mendasar, pemerintah daerah Banyuwangi sedang menerapkan program kebijakan strategis yaitu di obyek wisata tidak boleh ada hotel, karena pembangunan hotel sudah diatur dalam tata ruang di wilayah kota saja. Jumlah hotel di Banyuwangi dibatasi dan saat ini ada moratorium (penghentian sementara) perijinan pembangunan hotel baru di Banyuwangi hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tujuannya untuk menjaga iklim sehat investasi di Banyuwangi. 

Sebagai gantinya, pemda Banyuwangi mendorong pembangunan homestay yang dikelola oleh masyarakat. Dengan berdirinya homestay akan mendorong masyarakat berperan aktif dan meningkatkan ekonomi lokal. Sampai awal 2017 tercatat sudah berdiri 350 homestay di Banyuwangi yang sebagian dikelola oleh Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) setempat. Bisa dibayangkan jika program 1000 homestay kelak tercapai, dampaknya tentu luar biasa bagi peningkatan kesejahteraan warga Banyuwangi.

Sedangkan untuk kelas hotel bintang, saat ini sudah ada dua hotel yang beroperasi, yaitu

Hotel Santika

dan

El Royale Hotel & Resort

. Selain itu ada tiga hotel lain yang masih menyelesaikan pembangunannya. Ketiga hotel tersebut adalah Hotel Aston di jalan Brawijaya, Hotel Singgasana dan Hotel Solong di lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

WEEK END BERLIBUR KE BANYUWANGI YUK!

Dengan adanya penerbangan langsung dari Jakarta ke Banyuwangi ini, wisatawan dari ibukota dan sekitarnya bisa berwisata ke Banyuwangi, meski hanya punya waktu 1-2 hari, seperti pada saat

long weekend

atau akhir pekan.

Misalnya kamu ingin ke Kawah Ijen memanfaatkan liburan pada akhir pekan. Bisa berangkat pada Sabtu pagi pk 07.05 dari Jakarta dengan penerbangan NAM Air dan sudah mendarat di green airport Bandara Blimbingsari sekitar pukul 08.30 WIB.

 

 

Libur sehari ke Kawah Ijen Banyuwangi
Kawah Ijen Banyuwangi (foto Marcellinus Franky Triawan) 

 

Pendakian ke Kawah Ijen dimulai tengah malam, antara pukul

12.30 - 02.00

, tergantung kondisi Gunung Ijen yang bisa sewaktu-waktu berubah-ubah. Jadi kamu punya cukup waktu seharian mengeksplorasi wisata Banyuwangi. Jauh-jauh dari Jakarta rugi dong kalau cuma ke Kawah Ijen

Tapi ingat, jangan forsir tenaga ke tempat-tempat wisata yang membutuhkan banyak energi, mengingat kamu butuh stamina yang prima untuk mendaki Kawah Ijen.

Disini admin Banyuwangi Bagus menyiapkan beberapa pilihan agenda tour terbaik yang memungkinkan wisatawan menjelajahi Banyuwangi secara maksimal dalam waktu sehari dengan meeting pointnya Bandara Blimbingsari.

Agenda tour 1

- Pk 08.35 Mendarat di Bandara Blimbingsari

- Pk 09.00

City Tour Banyuwangi

dengan agenda :

 

- Pk 17.00 Cek In Hotel, istirahat.

- Pk 12.00 Berangkat kee Paltuding

- Pk 01.00-06.30 Pendakian Kawah Ijen

- Pk 07.00 Kembali ke hotel, sarapan

- Pk 08.00 Check out, menuju Bandara Blimbingsari, kembali ke Jakarta.

Agenda Tour 2 : Banyuwangi Timur

- Pk 08.35 Mendarat di Bandara Blimbingsari.

- Pk 09.00 Menuju

Bangsring Underwater

(40 km)

- Pk 12.30 Grand Watudodol

- Pk 14.30

Watudodol

 dan 

Bukit Watudodol

- Pk 17.00 Cek in Hotel, istirahat

- Selanjutnya sama seperti Agenda Tour 1.

Agenda Tour 2 : Banyuwangi Selatan

- Pk 08.35 Mendarat di Bandara Blimbingsari.

- Pk 09.00 Menuju

Pulau Merah

(60 km)

- Pk 13.00

Pantai Mustika

 atau

Pantai Pancer

- Pk 17.00 Cek in Hotel, istirahat

- Selanjutnya sama seperti Agenda Tour 1

Agenda Tour 3 : Adventure Songgon

- Pk 08.35 Mendarat di Bandara Blimbingsari

- Pk 09.00 Menuju Kecamatan Songgon (28 km)

- Pk 10.00-14.00 Eksplorasi wisata Songgon, antara lain 

Wisata Pinus Songgon

,

Wisata Arung Jeram

atau

Tubing

, dan jika datang pada bulan Mei bisa menikmati

Durian Merah

khas Banyuwangi yang berada di Kecamatan Songgon.

- Pk 17.00 Cek in Hotel, istirahat

- Selanjutnya sama seperti Agenda Tour 1

Agar rencana berlibur singkat ke Banyuwangi saat week end berjalan lancar, untuk penginapan sebaiknya memilih hotel di sekitar kota Banyuwangi. Sehingga kamu masih memiliki cukup waktu untuk beristirahat sebelum tengah malam berangkat menuju Paltuding yang berjarak sekitar 35 km dari kota Banyuwangi.

Banyak pilihan akomodasi di dalam kota Banyuwangi yang bisa disesuaikan dengan budgetkamu, mulai dari hotel melati sampai bintanghomestay maupun penginapan murah ala dormitory yang dikelola Pemkab Banyuwangi.

 

TRANSPORTASI SELAMA DI BANYUWANGI 

Untuk menunjang kelancaran berwisata selama di Banyuwangi, kamu bisa menggunakan beragam alternatif transportasi yang tersedia, diantaranya adalah :

1. Sewa mobil jika bersama rombongan 4-6 orang. Tarif per hari berkisar Rp 500rb untuk mobil Avanza, sudah termasuk sopir.

2. Naik taxi jika datang bertiga atau berempat. Saat ini ada tiga buah perusahaan

taxi yang beroperasi di Banyuwangi

.

3. Menggunakan

layanan transportasi Uber

yang sudah beroperasi di Banyuwangi sejak Juni 2017.

4. Sewa motor lebih irit jika sendirian atau berdua, sewanya mencapai Rp 75 ribu/hari. Jika tidak mau repot bisa juga memanfaatkan

jasa ojek online di Banyuwangi

.

5. Pilihan lain yang lebih praktis adalah ikut City Tour yang diselenggarakan oleh tour travel lokal.

Nah, dengan tersedianya penerbangan langsung dari ibukota Jakarta menuju Banyuwangi, liburan pendek saat week end pun bisa kamu  manfaatkan untuk menikmati keindahan wisata Banyuwangi. Tidak hanya sekali untuk menjelajahi Kawah Ijen, kamu pun bisa datang dalam berbagai kesempatan, tidak hanya untuk menikmati pesona wisatanya, tapi juga tradisi, budaya dan kuliner khasnya.

Dalam setahun di Banyuwangi ada puluhan even festival dengan beragam tematik yang dikemas dalam agenda Banyuwangi Festival. Tak heran Banyuwangi mendapat predikat sebagai kota festival terbaik di Indonesia. Kamu tidak akan pernah kehabisan tujuan datang ke Banyuwangi. Ada banyak alasan ke Banyuwangi, tak cukup sekali.

Jangan lewatkan karnaval etnik terbaik di Indonesia, Banyuwangi Ethno Carnivaltahun ini temanya Majestic Ijen yang berlangsung pada 11 November 2017, pas malam minggu. Siang hari nonton karnaval, malamnya ke Kawah Ijen. Mantap!

(Sumber: banyuwangibagus.com)

Komentar